aku baru aja baca blognya Lia.
lumayan kaget karena dia nulis "Love Gabby, Love Elly" di salah satu postingnya. i thought they're her new housemates.
well, a lil' bit surprised because once she ever told me dia ngga' segampang itu ngm "love" ke orang.
dan setahuku, cuman ada 2 (mungkin klo ma Han-Sung kehitung 3) orang (besides family) yang dia bilang sayang.
Elven, dan aku.
dan tiba-tiba rasa itu muncul.
cemburu.
it's like.. persahabatan kami yang sudah berjalan 6tahun (ditandai dengan kata "love" dia) bisa digantikan dengan pertemanan mereka yang mungkin kurang dari setahun?
aku memang bukan tipe orang yang menganggap "sakral" kata itu. bukan pula berarti aku mereduksi makna agung di baliknya.
setiap aku melanturkan kata itu, aku menganggapnya ya itulah cinta itu. begitu banyak macamnya.
seperti ketika aku melanturkan kepada Ce Fanny, karena aku berterima kasih akan persahabatan simpel yang dia beri.
dan semacam itulah cinta.
ada yang ringan sekali, dan ada yang begitu agung. heart knows.
oh, dan link blogku di layout blog dia, it was "greatest sista eva".
and now.. it just was written as my name : Christa".
i don't like it that much.
for me, nama itu begitu formal.
biasa aku lebih suka menulis "crista", untuk mempersingkat, dan membuatnya lebih akrab.
aku sedih, tapi di satu sisi aku pun merasa bersalah.
waktu.
itukah?
karena aku tidak punya waktu?
kurasa bukan itu. karena aku egois
aku terlalu begitu menikmati hidupku dan kesibukannya, dan meninggalkan teman-teman yang selama ini telah menemani perjalananku.
wow.. aku benar-benar tidak percaya aku seperti ini.
aku bersyukur, karena Lia mendapatkan teman-teman baru yang begitu hangat.
at least, dia tidak merasa kesepian.
kalau dia sampe' dapet temen-temen yang dingin..
hah.. aku tidak tahu mesti bagaimana.
dia pasti bakal sangat down dan.. aku pasti sedih sekali.
tanpa kusadari, aku seperti gong yang bergemerincing.
seperti lagu yang kunyanyikan; "The Gift Of Love",
though i may have the bravest fire, and have not love.. that's just a hopeless gain.
love.. love yang seperti apa?
yang kusebar-sebar dan kuseru-serukan begitu murahnya? tapi tidak benar-benar punya makna? yang ternyata hanyalah ungkapan sesaat karena begitu senangnya aku dicintai dan membalas sekedar "i love you, too!" padahal tidak mengerti apa makna dan tanggungan di balik kata itu?
mencintai kehidupan, bukan berrati mencintainya untuk diri sendiri.
namun karena telah memberi.
aku sadar itu.
namun aku terus mmbiarkan suara hati itu berbisikkecil dan tetap tidak mengindahkannya.
aku sadar, aku sayang Lia. sayang sekali.
tapi apa gunanya itu, bila aku tidak pernah membuktikannya?
crista yang selalu meyakinkan orang lain (dan mungkin sebenarnya dirinya sendiri) bahwa ia mencintai kehidupan,
benarkan telah mencintai kehidupan dengan cinta?
atau dengan keegoisan?
besok aku akan mengikuti retreat di Batu.. 3 hari..
waktu yang benar-benar baik untuk merenung, dan kembali pulang ke "rumah"..