<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/1778843616687547615?origin\x3dhttps://personalcamomileblend.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
other cup| friendster| blogger

prelude

this is my personal camomile blend
a cup i made it myself,
and a drink i enjoy it by myself
don't look around!
there's only me, myself and I here

a friend of melodies

Kamis, 07 Februari 2008 | 03.05
07.02.2008 - 09

Dy saya ini bingung mau jadi orang yang bagaimana.
kamu tau si Nicoline Patricia 'kan?
nah, saya tuh pengen bisa kaya' dia!
dia tuh talented gitu loh Dy.

travelling ke mana-mana, punya job yang dia enjoy banget bikinnya, dan anaknya bisa easy-going banget gitu! so expressive.

aku suka smua yang berbau eksistensialis, artistic, london (this one is really freak, i admit it), witty, classy, eclectic, smart, and.. pokoknya.. yang fairy-fairy gitu juga.

i want to be known as that kinda-girl!

tapi aku ndak tau mesti mulai dari manaaaa...
aduh Dy bingung eh jelasinnya!!!

kamu pasti ngerti toh?
iya lah harus ngerti! kamu 'kan juga bagian dari diriku yang aku ekspresikan lewat text.
pikiranku dan pikiranmu menyatu.
hanya saja kamu lebih terbatas karena kamu harus dihidupkan lewat text, dan tidak bisa menjelajah dunia absurditasku.
hanya di saat itulah kita tidak bisa saling berhubungan.
yang aku hanya bisa lakukan hanya menceritakan dunia dalam pikiranku ini lewat kata.
tapi itupun tidak cukup.
karena text itu sudah kehilangan pureness dari absurditasnya.
dia sudah setengah-real (tampak), namun memang masih menyimpan kemisteriusannya lewat absurditas. dia itu siluman.
karena itu sulit.

tapi pikiran kita satu 'kan?
karenanya kamu pasti mengerti.

ah Dy, aku hanya ingin merekam gelembung-gelembung kegilaanku lewat hal lain selain fantasi saja kok.
supaya suatu saat nanti kalau-kalau gelembung itu pecah, atau bersembunyi di suatu tempat yang aku bahkan tidak bisa menemukan (yang tentunya masih di dalam otakku ini), aku masih bisa mengenangnya lewat kamu!

eh
aku baru saja menemukan diriku ini aneh.
lihat saja, aku bisa mengetik sepanjang dan segila ini.
tapi aku senang.
artinya, aku sudah one-step-closer to be that-kinda-girl i want to be!
horay!
mungkin cuma perlu sedikit diasah saja ya?

*hoping*