<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/1778843616687547615?origin\x3dhttps://personalcamomileblend.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
other cup| friendster| blogger

prelude

this is my personal camomile blend
a cup i made it myself,
and a drink i enjoy it by myself
don't look around!
there's only me, myself and I here

a friend of melodies

Sabtu, 02 Februari 2008 | 06.12
02.02.2008 - 04

hi, Dy..
hari ini smua berjalan agak menjengkelkan.
*aku udah males cerita dari pertama*
yang terburuk yaitu i did the same mistake again. the bad one.
which surely made Heavenly Daddy hurt again.

hari ini aku terima email dari kev, aku sih yang ngemail duluan. i'm hoping sebenarnya dia bakal bales panjang dan cerita-cerita kaya' dulu lagi.
tapi di akhir kalimat, dia cuman bilang "yauda CU d MSN".
then i know kalo he no longer wants this email thingy berlanjut.
i somehow can read people's mind perhaps. hahaha...
tapi kadang banyak salahnya juga sih.

hari ini Dy, aku belajar bener bagaimana ngatur emosi. dan itu sulit sekali.
di tengah kejengkelan, apa masih bisa kita itu bersikap dewasa, dan ngga' mencampuradukkan emosi dengan urusan yang sedang ada di hadapan mata saat itu.
aku banyak gagalnya, tapi ngga' gagal-gagal banget juga loh.
walopun jengkel, aku berusaha keras untuk menjaga nada bicaraku sama mama, dan yang lainnya.
rasanya klo lagi bad mood tuh, smua omongan orang jadi kedengaran panas di kuping.
beneran.
padahal kalo dipikir-pikir lagi juga, di mana salahnya omongan mereka ya.. >.<

Dy, aku juga belajar bagaimana untuk "bila pipi kirimu ditampar, berilah juga pipi kananmu".
aku belajar untuk memutar haluan. untuk bersikap sebaliknya, kala hatiku disakiti.

waktu Mel nutup telepon dengan nada yang agak ngga' enak, otomatis aku juga ikutan jengkel. toh bukan salahku, kenapa dia yang jutek?
tapi (kuharap itu suara) Roh Kudus bids me buat kirim SMS ke Mel, dan say sorry duluan. aneh ya dy?
tapi malahan Mel kasi' respon positif dan itu bikin aku lega.
aku juga mau belajar, walaupun responnya nanti ngga, seperti yang aku harapkan, aku harus tetap jadi berkat buat orang lain.

aku agak menyesal udah being that rude toward Lia.
cuman karena aku BT nungguin segitu lama di depan rumah dia hujan-hujanan.
sebenrnya kalo mau di desak lagi, bisa aja aku protes Lia, kenapa ngga' SMS? ya ngga?
tapi beberapa hari ini aku juga belajar banyak orang yang bersikap "ya weslah.. " dan merelakan untuk ngga' mendebat lebih lanjut karena mereka mau mengalah, dan memilih untuk bersikap lebih let it go. toh ngga' ada point utamanya begitu itu.
terutama, karena mereka juga bersikap seperi itu terhadap aku.
dan aku merasa berterimakasih sekali atas kebaikan hati mereka.
that's why, i tend to do the same thing.

banyak alasan buat aku kecewa sama temen-temenku dan atas apa yang mereka lakukan terhadap aku.
Timmy, Lia, Melina, Carolin, Kevin, Timot..
smua hal itu ngga' terhindarkan.
tapi aku mau nyoba buat lihat lebih dalem lagi balik ke diriku sendiri.
waktu aku juga mengecewakan mereka, mereka tetap berjalan di sampingku, dan ngga pernah memutuskan berhenti jadi temanku.
yah walaupun kadang mereka ngilang ke mana gitu.. XD

oh ya Dy, biarpun begitu, aku somehow setuju banget sama Nii-Nii;
"punya teman itu.. mengharukan".
barusan aku signed in di MSN, dan tiba-tiba Pitik nyapa,
"pine? kamu kenapa? stress ta? kok nick'mu desperado gitu?"
hahahaha... padahal itu nick udah lamaa banget kupasang gara-gara internet jeblok dulu, cuman lupa belum kuganti.

hahh.. Dy, ternyata, hidup itu memang pilihan ya.
di tengah hari yang berjalan lebih menjengkelkan dari biasanya ini,
kita masih punya pilihan :
mau melihat yang those bad things itu dan being grumpy all the rest of the day,
atau fokus kepada hal-hal yang baik, dan yang pantas untuk disyukuri.

dan, walaupun sulit..
aku akan terus berusaha untuk memilih pilihan kedua,
dan terus melangkah maju.

have a good night, dear diary!!
*smooch!*