ini hari pertama di bulan Februari.
ngga' terasa yah, ternyata tahun 2008 sudah berlalu sebulan. rasanya baru saja saya melewatkan natal dan melambaikan tangan pada tahun 2007.
cukup banyak yang terjadi semasa waktu berjalan ini.
kematian salah satu tokoh bangsa, Pak Harto; beberapa hari lalu, juga 3hari saya di camping-ground yang dilanda badai besar.
hari-hari berlalu terlalu cepat. seakan esok-hari terlalu tidak sabaran ingin menyerobot masuk hari-ini.
begitu banyak yang terjadi dalam kehidupan saya semenjak beberapa bulan ini.
dan semuanya membawa banyak arti, banyak makna yang terlalu sia-sia untuk dilewatkan.
seakan kehidupan menjadi begitu "penuh" hari-hari ini.
dan saya seperti kelimpungan menadah makna-makna tersirat yang ikut berlarian sepanjang jalannya waktu dalam hidup saya.
saya bahagia. karena paling tidak, hidup ini tidak kosong.
tapi apalah arti begitu banyak potongan makna tanpa satu tujuan khusus?
mereka hanya selamanya akan berupa pecahan-pecahan saja, tanpa ada perekat yang menyatukan.
saya tahu tujuan saya.
hidup untuk Kristus.
tapi mengapa begitu sulit menjalankannya?
serasa saya terlalu menikmati kehidupan penuh makna a la uptown girl ini : tampil chic, smart, berwawasan luas, quirky, punya banyak teman, global, peka, dan mandiri.
sebuah jenis kehidupan yang unik kalau dibandingkan manusia-manusia lain, dan mungkin yang dianggap high-class.
untuk beberapa kalangan, mungkin dirasa saya telah mencapai goalnya.
jalur kehidupan yang saya pilih itu tadi, sudah merupakan suatu prestasi bagus di mata masyarakat lain.
itu sudah merupakan jenis kehidupan yang sarat makna.
apa lagi yang harus saya keluhkan "kosong, kosong, dan kosong"?
karena saya tidak memenuhi panggilan hidup saya.
memikul salib.
hidup yang penuh sengsara, yang jauh dari kesan smarty-chic ini, justru memberi saya "hidup".
namun nampaknya daging ini sedang asyik bersantai menikmati kepenuh-maknaannya sendiri.
saya harus keras terhadap diri sendiri.
atau saya akan kehilangan "hidup" ini.
Kristus.
tolong.