"… sebab mencintai tanah air, nak, adalah merasa jadi bagian dari sebuah negeri, merasa terpaut dengan sebuah komunitas, merasa bahwa diri, identitas, nasib, terajut rapat, dengan sesuatu yang disebut Indonesia, atau Jepang, atau Amerika. Mencintai sebuah tanah air adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama untuk mati."Goenawan Muhammad 4:80; 2008 nasionalistik yang selama ini saya gembor-gemborkan lewat blog, friendster, ataupun thermos starbucks mungkin bisa dikatakan hanyalah sekadar bualan.bahkan hanya sekadar ajang pamer seorang perempuan yang sebenarnya awam soal nasionalistik, tapi dengan bodohnya berpikir bahwa dirinya tahu benar tentang hal itu, dan dengan heroik mencoba menjadi pelopor.berapa banyak kali saya mencela negri ini?mengkritik pedas sana-sini, menganggap remeh produk negri sendiri, dan menolak mencintai lagu bahasa sendiri hanya karena kualitasnya yang memang kalah dibandingkan dengan yang lain?saya teringat komentar sahabat saya; Lia, mengenai dislikeness saya terhadap lagu-lagu indie a la Indonesia dewasa ini.saya memang picky untuk soal musik.saya menyukai musik terutama dengan lirik yang eksistensialis dan sedikit mello-dramatic, yang puitis dan witty, dan iramanya ballad-classical dan mungkin dengan sentuhan jazz dan rock.sedangkan kebanyakan lagu band-band Indonesia tidak seperti itu.mereka cenderung mengikuti irama apa yang tren kala itu, dan menduplikatnya dengan sentuhan lain, dan liriknya bisa dikatakan "dangkal". yang penting "menjual", dan kalangan masyakarat luas suka.bagi saya, definisi musik jauh lebih dalam daripada sekadar alunan not yang disusun sekenanya.it just goes far beyond that.musik itu punya jiwa.punya nafas yang bisa membangkitkan.dan karena itu musik itu mahal.lihat saja harga tiket-tiket konser musik klasik.selangit 'kan?dan dulu, musik klasik hanya diperuntukkan bagi kalangan borjuis, bukan golongan jelata.diskriminatif, saya akui.namun di sini bisa kita lihat bahwa orang pada kala itu mengerti benar, apa arti musik.dan mengapa musik harus dihargai semahal itu.namun saya kira nasionalistik (mengikuti definisi Goenawan Muhammad) dan musik tidak bisa disatupadukan.mencintai bangsa, dan menjadi bagian di dalamnya, berarti juga menerima keadaan bangsa ini sebagaimana adanya ia.bagaimanapun kondisi musiknya (yang sedang tren kala ini, yang cukup menjadi ikon bangsa ini) - satu hal yang saya permasalahkan dari bangsa ini.cukup sulit untuk menerima, dan terutama memberitahu diri saya sendiri bahwa bagaimanapun jeleknya musik Indonesia, ataupun betapa terpuruknya kondisi negara ini, tidak akan merubah status saya sebagai warga negara ini.saya bagian dari negri ini, dan seperti yang Goenawan Mohammad katakan; bahwa tak ada negeri lain, tak ada bangsa lain, selain dari yang satu itu, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama untuk mati.
kata nasionalis itu,harus saya gumulkan kembali.sudah siapkah saya memproklamirkan bahwa saya seorang yang nasionalis?jangan sampai saya hanya menjadi duri dalam daging bagi negri ini. |
Rabu, 06 Februari 2008 | 04.26
06.02.2008 - 06
apa yang sedang kamu rindukan christa?perasaan nyaman seperti apa?ataukah siapa yang sedang kamu rindukan?apa yang kamu cari setiap malam?perlindungankah?atau apa?mengapa masih mencarinya di situ saja?kau sudah tentu tahu tidak ada yang bisa kau temukan di sana.lalu mengapa masih menggali terus?hanya akan melukai tangan dan hatimu.sudah, biarkanlah pergi.perasaan itu, kegusaran itu.serahkan pada Sang Langit.minta datangkan hujan supaya luluh!lalu berikan saja gempa agar hancur tak bersisa.kalau sudah roboh dan koyak, apa lagi yang mau dibalut?apa lagi yang mau diselamatkan?masih adakah yang mau kau lindungi?kosong memang menyakitkan, christa.tapi kosong juga berarti bisa memulai sesuatu yang lain, yang baru, yang bisa kau pilih sesuka hati untuk diisi.Sang Langit sudah menanti dari tadi pagi.bahkan dari subuh, jauh sebelum kau memimpikanNya.aku tentu tidak bisa memberimu jaminan apa-apa apakah Dia sanggup memberimu bintang malam yang gemerlap ke dalam kotak kosongmu itu.mungkin Dia bisa. -oh, tentu Dia bisa!hanya saja, terkadang Dia bisa saja mau, bisa juga tidak mau.aneh dan membingungkan memang,sulit ditebak.tapi dengan begitu kau bisa memulai lompatan imanmu!kuharap kau akan mengatakan, "mau".dan memulai perjalanan fantasimu bersama Dia.ayo christa, jangan sampai terlambat. |
| 04.07
06.02.2008 - 05
haduuhh... lamanya saya ndak nulis apa-apa di blog ini. hff..merasa bersalah karena sebenarnya saya sudah berkomitmen buat merekord tiap-hari saya lewat tulisan.mungkin sebaiknya harus diresolusi untuk mencapai arah yang lebih baik. ;)okey, so..beberapa hari ini lumayan menyibukkan sampai-sampai saya ngga' ada niatan buat mengudara di dunia maya. biasanya saya getol banget. hahaha...saya ambil kursus nyetir 10jam, dan baru berjalan 3x pertemuan.wah ternyata untuk pertama kali, nyetir itu sulit juga!ada seni'nya, main feeling sih.saya masi' cenderung kagok waktu mau ambil haluan untuk belok, juga untuk memperkirakan timing yang tepat di permainan kopling+gas.tapi selalu saja ada hal menarik, yang saya pelajari lewat gumamaman hati bahkan kala dimarahi om-om yang ngajarin. :Xsaya belajar pertama kalinya untuk benar-benar tekun, dan sabar.tekun untuk belajar dari nol. dan sabar menghadapi perkembangan arah belajar diri saya yang lambat, dan tidak tergesa-gesa agar cepat bisa.ternyata ketekunan dan kesabaran pun perlu dipelajari.saya cenderung seperti itu. suka membayangkan yang aneh-aneh.membayangkan diri saya ini sudah langsung bisa nyetir, berkeliling surabaya, dan semacamnya.saya juga sering membayangkan waktu-waktu saya nanti jadi desainer interior yang sukses, punya pekerjaan tetap dan bisa travelling ke mana-mana.wah serasa senang banget ngebayanginnya!tapi saya lupa, semuanya itu harus dimulai dari bawah.dan kadang saya jatuh di tengah-tengah karena itu : bayangan yang terlalu tinggi, dan ketidak-tekunan kala menjalaninya, juga paradigma yang suka nyaut; "kok ngga' 'nyampe-nyampe' sih?".karena itu pelajaran untuk mengakui bahwa; ya, saya memang harus belajar dulu dari paling bawah, karena saya ngga' bisa apa-apa. dan saya harus tekun menjalaninya.oh ya saya rasa ini berkaitan dengan kesetiaan.di mana saya harus menyelesaikan apapun yang sudah saya mulai dengan baik. well done.itu terkait dengan renungan bacaan saya di hari pertama bulan februari ini.setia.sulit. tapi itulah yang TUHAN saya ajarkan.IA yang telah setia kepada umatNYA selama beribu-ribu tahun, yang tetap dengan kasih dan rahmat setia memelihara saya, sejahanam apapun saya.kasihNYA melampaui akal, dan kadang benar-benar tidak rasional.namun itulah DIA yang setia.no matter what.kesibukan hari-hari ini yang dipenuhi dengan berbagai macam distraksi yang membuat saya teralihkan dari komitmen-komitmen yang sudah saya buat: sketching daily, filing dokumen-dokumen interior, jogging, saat teduh tiap subuh, blogging, dan beberapa yang lainnya.namun bukan juga bahwa kesibukan-kesibukan itu tidak terkait dengan "kewajiban kesetiaan", contohnya saja: les menyetir yang juga butuh ketekunan, tanggungjawab urusan kampus (stiker, PCF, kamp mahasiswa), juga project valentine yang saya buat dengan teman gereja saya.kesetiaan pun perlu koordinasi ya?sebelum memutuskan untuk setia, perlu ada kematangan pertimbangan di balik itu semua.semua ini lagu lama, semua orang juga tahu. tapi memang saya si bebal ini baru bisa sadar kalau baru menjalaninya sendiri.hidup ini juga menyangkut kesetiaan. setia untuk hidup sebaik-baiknya dan penuh pertanggungjawaban terhadap DIA sang pemberi hidup.bisakah saya setia?bisakah saya tetap berjalan on the track no matter what?saya ingin bisa setia.karena itu saya setia terus mengotokritik diri saya untuk bisa terus setia.saya terus setia merindukan kesetiaan yang dari diri saya.kerinduan yang memunculkan kesetiaan itu pada kekinian.setia.mungkin KD benar, "cobalah untuk.. setia". |
Sabtu, 02 Februari 2008 | 06.12
02.02.2008 - 04
hi, Dy.. hari ini smua berjalan agak menjengkelkan.*aku udah males cerita dari pertama*yang terburuk yaitu i did the same mistake again. the bad one.which surely made Heavenly Daddy hurt again.hari ini aku terima email dari kev, aku sih yang ngemail duluan. i'm hoping sebenarnya dia bakal bales panjang dan cerita-cerita kaya' dulu lagi.tapi di akhir kalimat, dia cuman bilang "yauda CU d MSN".then i know kalo he no longer wants this email thingy berlanjut.i somehow can read people's mind perhaps. hahaha...tapi kadang banyak salahnya juga sih.hari ini Dy, aku belajar bener bagaimana ngatur emosi. dan itu sulit sekali.di tengah kejengkelan, apa masih bisa kita itu bersikap dewasa, dan ngga' mencampuradukkan emosi dengan urusan yang sedang ada di hadapan mata saat itu.aku banyak gagalnya, tapi ngga' gagal-gagal banget juga loh.walopun jengkel, aku berusaha keras untuk menjaga nada bicaraku sama mama, dan yang lainnya.rasanya klo lagi bad mood tuh, smua omongan orang jadi kedengaran panas di kuping.beneran.padahal kalo dipikir-pikir lagi juga, di mana salahnya omongan mereka ya.. >.<Dy, aku juga belajar bagaimana untuk "bila pipi kirimu ditampar, berilah juga pipi kananmu".aku belajar untuk memutar haluan. untuk bersikap sebaliknya, kala hatiku disakiti.waktu Mel nutup telepon dengan nada yang agak ngga' enak, otomatis aku juga ikutan jengkel. toh bukan salahku, kenapa dia yang jutek?tapi (kuharap itu suara) Roh Kudus bids me buat kirim SMS ke Mel, dan say sorry duluan. aneh ya dy?tapi malahan Mel kasi' respon positif dan itu bikin aku lega.aku juga mau belajar, walaupun responnya nanti ngga, seperti yang aku harapkan, aku harus tetap jadi berkat buat orang lain.aku agak menyesal udah being that rude toward Lia. cuman karena aku BT nungguin segitu lama di depan rumah dia hujan-hujanan.sebenrnya kalo mau di desak lagi, bisa aja aku protes Lia, kenapa ngga' SMS? ya ngga?tapi beberapa hari ini aku juga belajar banyak orang yang bersikap "ya weslah.. " dan merelakan untuk ngga' mendebat lebih lanjut karena mereka mau mengalah, dan memilih untuk bersikap lebih let it go. toh ngga' ada point utamanya begitu itu.terutama, karena mereka juga bersikap seperi itu terhadap aku.dan aku merasa berterimakasih sekali atas kebaikan hati mereka.that's why, i tend to do the same thing.banyak alasan buat aku kecewa sama temen-temenku dan atas apa yang mereka lakukan terhadap aku.Timmy, Lia, Melina, Carolin, Kevin, Timot..smua hal itu ngga' terhindarkan.tapi aku mau nyoba buat lihat lebih dalem lagi balik ke diriku sendiri.waktu aku juga mengecewakan mereka, mereka tetap berjalan di sampingku, dan ngga pernah memutuskan berhenti jadi temanku.yah walaupun kadang mereka ngilang ke mana gitu.. XDoh ya Dy, biarpun begitu, aku somehow setuju banget sama Nii-Nii;"punya teman itu.. mengharukan".barusan aku signed in di MSN, dan tiba-tiba Pitik nyapa,"pine? kamu kenapa? stress ta? kok nick'mu desperado gitu?"hahahaha... padahal itu nick udah lamaa banget kupasang gara-gara internet jeblok dulu, cuman lupa belum kuganti.hahh.. Dy, ternyata, hidup itu memang pilihan ya.di tengah hari yang berjalan lebih menjengkelkan dari biasanya ini,kita masih punya pilihan : mau melihat yang those bad things itu dan being grumpy all the rest of the day, atau fokus kepada hal-hal yang baik, dan yang pantas untuk disyukuri.dan, walaupun sulit..aku akan terus berusaha untuk memilih pilihan kedua,dan terus melangkah maju.have a good night, dear diary!!*smooch!* |